TUGAS
PENGANTAR
TEKNOLOGI INTERNET DAN NEW MEDIA .
MATERI
BAB 1
KONSEP
NEW MEDIA.
pembahasan
Apa sih yang dimaksud
dengan media itu? media merupakan segala bentuk dari saluran yang dapat
digunakan dalam suatu penyajian informasi.Media juga merupakan proses
pembelajaran dalam proses belajar pada masa kini.
Konsep New Media
Dalam suatu New media juga terdapat konsep-konsep yang membangun sebuah
New media. Lalu apa sajakah konsep yang terdapat di new media???
1. Numerical
Representation (Pengaplikasian matematika dalam media)
Hal ini membuat New Media dapat dideskripsikan secara formal / matematis.
Contohnya, sebuah gambar dapat dijelaskan menggunakan fungsi matematika. Lalu,
obyek new media adalah subyek dari manipulasi alogaritma; artinya new media
selalu dikonvergensikan dengan ilmu matematis, contohnya, dengan menggunakan
alogaritma yang tepat, kita dapat dengan otomatis membuang “noise” dari foto,
meningkatkan kontras warna, mencari sisi-sisi dari bentuk, atau mengubah
proporsi dan ukuran gambar, singkatnya, media menjadi mudah untuk diprogramkan.
2. Modularity (Adanya
konvergensi / penggabungan aneka media menjadi satu)
Unsur kedua ini membahas mengenai betapa media yang disebut new media,
adalah media yang didalamnya terdiri dari gabungan berbagai elemen. Itu artinya
terdapat konvergensi media di dalamnya, dimana beberapa media dijadikan satu,
itu baru disebut new media. Namun walau media-media tersebut disatukan,
tiap-tiap elemen memiliki independensi masing-masing; contohnya sebuah film
multimedia yang dibuat dengan software Macromedia Director yang terkenal mungkin
berisi ratusan gambar, QuickTime movies, dan suara yang dimasukkan secara
terpisah dan berjalan selama film berjalan. Karena tiap-tiap elemen memiliki
independensi masing-masing, maka masing-masing dapat dimodifikasi / di-edit
kapanpun tanpa harus mengubah film itu sendiri (contoh: suaranya ditinggikan
seperti chipmunk, tetapi gambar dan warna film tidak berubah).
Contoh lain adalah gambar yang memiliki aneka aplikasi (GIF, JPG, PSD,
dsb), ketika gambar-gambar ini dipindah ke microsoft office seperti word, maka
gambar-gambar itu masing-masing tetap berdiri secara independen dan dapat di
edit sendiri-sendiri.
3.Automation (New media harus otomatis)
Dalam Automation ini, sifat otomatis new media terbagi menjadi 2, yaitu
Low-Level Automation dan High-Level Automation.
Low-Level Automation bekerja dengan mengubah atau menciptakan
perubahan dari sketsa suatu obyek dengan memakai template atau alogaritma
sederhana; contohnya program edit gambar seperti Photoshop dapat dengan
otomatis memperbaiki gambar hasil scan, membersihkan gambar dan meningkatkan
kontras gambar. Sifat otomatis ini juga dilengkapi dengan penyaring / filter
yang dapat dengan otomatis merubah obyek, seperti suatu foto yang dapat dirubah
hingga seakan-akan gambar tersebut telah dilukis oleh pelukis ternama seperti
Van Gogh.
High-Level Automation mengharuskan komputer untuk memahami beberapa
tingatan, makna pada obyek yang ada (komputer memahami semantik / bahasa). Ini
merupakan pengembangan dari proyek Artificial Intelligence / AI (Kecerdasan buatan),
contoh media yang telah memakai High-Level Automation aDalah Smart Camera, yang
ketika diberi skrip, secara otomatis mengikuti aksi yang berjalan dan segera
merekam. (Media seakan-akan hidup dan bisa berpikir).
4. Variability
(Satu new media, tercipta dan dapat diaplikasikan dalam berbagai versi)
Jika old media membutuhkan manusia sebagai pencipta secara manual (teks,
visual, dan audio), maka new media haruslah media yang diciptakan sekali untuk
banyak hal. Obyek dari new media harus diciptakan untuk berbagai versi yang
berbeda, dan daripada diciptakan sepenuhnya oleh manusia sebagai pencipta,
versi ini seringkali diciptakan demi tujuan otomatis dalam komputer. Oleh sebab
itu, DNA ini (Varability) tidak mungkin terdapat jika tidak disertai dengan
modularity (konvergensi media / penggabungan beberapa elemen media)
Contoh variability dalam new media, yaitu adanya software Photoshop yang
tercipta dalam berbagai bentuk, Adobe (CS, CS3, dll), Idesign, atau microsoft
office tools, atau dalam dunia internet, seperti blog yang memiliki layanan
variatif, baik untuk menunjukkan musik, video, berita, dsb.
5. Transcooding (Menerjemahkan
suatu elemen media ke format lainnya)
Untuk memahami logika new media, kita perlu memahami computer science.
Disana kita dapat menemukan istilah-istilah baru, kategori-kategori, serta
operasi untuk mengkarakterkan media menjadi mudah untuk diprogramkan.