Dalam pemilihan media visual ada hal-hal yang harus diperhatikan , yaitu: 1. Ketepatan media visual digunakan dalam proses pembelajaran. Media pembelajaran visual telah terbukti lebih efisien dalam melakukan komunikasi antara pendidik dengan peserta didik. Dapat kita simpulkan bahwa media pembelajaran visual (seperti gambar diam, gambar bergerak, televisi, objek tiga dimensi, dll) mempunyai hubungan positif yang cukup tinggi. 2. Adanya orang yang dapat mengoperasikan media visual dengan baik dan benar dalam pembelajaran. Sebenarnya, siapapun bisa mepergunakan media pembelajaran visual dengan baik dan benar. Namun, dengan catatan orang tersebut telah mengusai cara penggunaannya dengan benar. Beberapa orang yang bisa mengoprasikan penggunaan media visual harus memiliki kemauan untuk belajar. 3. Faktor yang menghambat perkembangan kemampuan seseorang untuk menggunakan media pembelajaran. a. Asumsi bahwa menggunakan media itu repot. b. Menganggap media itu canggih dan mahal. c. Tidak bisa menggunakan media yang ada. d. Asumsi bahwa media itu hiburan, memperkecil kemungkinan anak tetap konsentrasi terhadap pelajarannya. e. Tidak tersedianya media pembelajaran visual.
f. Kebiasaan menikmati ceramah/bicara tanpa media visual.
contoh hasil aplikasi desain grafis berbasis Web
Gravit Designer
Gravit Designer merupakan sebuah aplikasi desain grafis online gratis yang berbasis vector. Aplikasi ini berada di bawah naungan Corel. Gravit memiliki peralatan desain yang cukup lengkap namun tetap mudah dipakai (termasuk mendukung shortcut). Selain itu aplikasi ini juga memiliki beberapa template dan koleksi obyek (bentuk, ilustrasi, stiker, garis, emoji, dll).
Vectr
Sama seperti Gravit Designer, Vectr merupakan aplikasi desain grafis online berbasis vector (seperti namanya). Peralatan desain aplikasi ini memang tidak selengkap Gravit.
Vectr pun memiliki aplikasi berbasis platform, seperti Windows, Linux dan Chromebook.
Canva
Canva adalah aplikasi desain online yang populer. Kalau kamu ingin membuat banner website, konten media sosial, atau gambar lain dengan mudah, Canva adalah aplikasi yang layak dipilih. Di sini sudah ada berbagai template desain sesuai kebutuhan dengan berbagai peralatan edit.
Snappa
Snappa adalah aplikasi sejenis Canva. Aplikasi ini menyediakan banyak template desain, bahan foto, font, dan memiliki peralatan edit yang cukup lengkap (bahkan kamu bisa upload font sendiri). Aplikasi ini pun mudah dipakai.
Adobe Spark Post
Adobe Spark Post merupakan aplikasi desain sederhana dari Adobe. Aplikasi ini lebih mirip Canva dan Snappa daripada Photoshop atau Illustrator. Bahkan, secara mengejutkan, lebih sederhana lagi.
Konsep Pemodelan Desain Grafik Pada Aplikasi Mobile
Elemen-Elemen Yang harus diperhatikan pada Desain Grafis
Garis (line)
Garis ataulineadalah elemen pengubung antara satu titik dengan titik poin yang lainnya, sehingga membentuk suatu gambar garis lengkung (curve) atau lurus (straight).Elemen dasar yang digunakan untuk membangun konstruksi atau bentuk desain.
Bentuk (shape)
Bentuk atau shape adalah unsurintegraldesain, yang dapat didefinisikan sebagai area datar yang disatukan dengan garis (line), value, maupun warna (color).Shapedapat dikategorikan menjadi tiga berdasarkan sifat yaitu huruf, simbol dan bentuk nyata (form)
Type (teks)
Type desain adalah proses mendesain tipografi, atau disebut juga dengan istilahdesain font,karena sebagian besar non-desainer merujuk kefont(teks) tetapi bukantipografi.
Texture (tekstur)
Tekstur adalah tampilan desain pada permukaan yang memiliki suatu pola, bentuk, dan corak yang dapat dilihat dan dicermati, yang menunjukkan permukaan gambar tersebut apakah terlihat kasar, halus, atau lembut.
Balance (keseimbangan)
Setiap elemen memiliki kekuatan dan porsinya masing-masing, sehingga dibutuhkan keseimbangan /balanceuntuk mendapat hasil visual yang merata.
Contrast (kontras)
Contrast merujuk pada sebuah perbedaan visual secara signifikan dari sebuah objek terhadap objek lain disekitarnya. Sering digunakan oleh seorang desainer dalam menciptakan pusat perhatian atauPoint of View.
Color (warna)
Colour atau warna adalah media dalam komunikasi simbolik yang secara obyektif dapat didefinisikan sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, sedangkan secara subyektif adalah bagian dari pengalaman indra pengelihatan.
Secara fisik warna dapat dihasilkan oleh panjang gelombang. Warna dalam dunia desain dapat dibagi kedalam 2 kategori pewarnaan, yaitu RGB dan CMYK.
Continuity (kesinambungan)
Continuity adalah penataan visual yang dapat menuntun gerak mata mengikuti ke satu arah tertentu. Misalnya dengan melihat satu garis lurus atau sebuah garis lengkung melewatinya.
Repetition (repetisi)
Repetition atau repetisi istilah dalam desain yang mengacu pada pengulangan yang diterapkan pada elemen visual seperti warna, bentuk, tekstur, ukuran, dan jenis tulisan.
Unity (kesatuan)
Unity atau kesatuan merupakan seberapa baik ukuran pada setiap elemen desain untuk bekerja sama dalam menciptakan keserasian atau keselarasan. Meliputi setiap elemen yang ada dalam desain sehingga memiliki kesatuan fokus yang jelas
contoh aplikasi desain grafis pada perangkat mobile
1. Canva
Canva adalah aplikasi desain grafis menjembatani penggunanya untuk dengan mudah merancang berbagai jenis material kreatif secara online. Mulai dari mendesain kartu ucapan, poster, brosur, infografik, hingga presentasi.
2. Sketchbook
Aplikasi Autodesk Sketchbook Pro ini hadir untuk Windows 10, menggambar untuk tablet dan dioptimalkan untuk input sentuhan, menghasilkan pengalaman menggambar yang lebih alami
3. Adobe Illustrator Draw
Adobe Illustrator Draw adalah aplikasi untuk membuat gambar berbasis vektor yang populer dari Adobe. Versi ini dibuat khusus untuk perangkat layar sentuh. Seperti versi desktopnya, dengan aplikasi ini Anda dapat menggambar di layar perangkat Android Anda menggunakan berbagai alat
4. Infinite Desain
Infinite Design merupakan aplikasi profesional yang digunakan untuk membuat gambar atau logo berbasis vector di Android.
Desain grafis merupakan sebuah seni sekaligus praktik perencanaan, gagasan, dan pengalaman yang dituangkan ke dalam konten visual dan tekstual.Bentuk yang diambil dapat berupa desain fisik atau virtual dan mencakup kata-kata, gambar, dan grafik.
Jenis-jenis dari Desain grafis:
1. Identitas Visual ( Visual Identity )
Sumber :PortalDekave
Sistem identitas visual adalah suatu sistem komunikasi visual yang membentuk dan dapat mengkomunikasikan identitas sebuah merek, perusahaan, lembaga, hingga produk.
Visual identity umumnya digunakan untuk memberikan perbedaan antara sebuah produk barang atau jasa dengan produk barang dan jasa lainnya.
2. Periklanan dan Pemasaran
Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui produk kamu, hingga memutuskan untuk membelinya.
Ide yang unik, desain yang menarik sanggup menarik minat masyarakat.
Materi desain promosi (iklan & pemasaran) pun dapat kamu kelompokkan berdasarkan jenis kelamin, usia, hingga demografi.
Contoh desain grafis pemasaran:
Flyer atau Brosur
Poster, Banner, Billboards
Iklan Majalah & Koran
Spanduk Cetak
Banner Sosial Media (instagram, facebook, dll)
Katalog
Company Profile
3. User Interface (UI)
UI sendiri mencakup semua hal yang berkaitan dengan interaksi pengguna layar, keyboard, dan mouse.
Khusus pada desain grafis, desain UI terfokus kepada pengalaman visual pengguna dan elemen desain grafis pada layar seperti:
Tombol
Menu Navigasi
Tata Letak (Layout)
Formulir (Form) Kontak, Pemesanan, Beli, Register
Desain Aplikasi
Tema Website (Wordpres, dll)
Dan lain-lain
4. Publikasi Desain
Desain publikasi sebenarnya mengacu kepada industri desain grafis pada media cetak seperti:
Koran, majalah, hingga katalog, dst.
Desainer grafis yang berkecimpung di desain publikasi akan bekerja sama dengan editor dan penerbit dalam menciptakan tatak letak desain, ilustrasi, pemilihan font, hingga warna.
5. Desain Kemasan
Packaging design atau desain kemasan merupakan salah satu cara untuk merepresentasikan sebuah merek/produk.
Tidak hanya berfungsi dasar sebagai tempat menyimpan, penjualan, hingga distribusi.
Sebagai desainer kamu akan menciptakan konsep, digitalisasi desain konsep, hingga membuat file desain menjadi siap cetak.
Untuk menciptakan desain kemasan yang keren, kamu harus memahami proses-prosesnya dan harus bekerja sama dengan manufaktur industri.
6. Motion Grapich (Motion Grafis)
motion grafis ialah cabang dari desain grafis yang menggabungkan antara tipografi, ilustrasi , videografi, dan fotografi.
Aplikasi yang banyak digunakan untuk motion grafis ialah adobe after effects atau sejenisnya.
Motion grafis mencakupi animasi, video, audio, tipografi, hingga efek-efek lainnya yang digunakan dalam media televisi, film, youtube, facebook / instagram video.
Popularitas motion grafis tumbuh cukup cepat dalam beberapa tahun terakhir.
Contoh motion grafis:
Logo Animasi
Periklanan
Presentasi
Cuplikan
Video Tutorial & Promosi
Video Games
GIFs
Dll
7. Desain Grafis Lingkungan
Jenis desain ini dapat dilakukan dengan membuat sebuah tempat (ruang/lokasi) yang indah, menarik, unik, dan lebih mudah untuk mereka ingat.
Beberapa contohnya adalah:
Mural
Desain Interior
Petunjuk Jalan
Branding Stadion
Branding Kantor
Dll
8. Seni dan Ilustrasi
Art and illustration for graphic design (Seni & Ilustrasi) terdengar serupa dengan desain grafis tetapi sebenarnya berbeda.
Yakni, desainer membuat komposisi yang dapat berkomunikasi dengan baik, tepat, dan dapat memecahkan sumber masalah.
Contohnya adalah:
Desain Kaos
Desain Pola atau Tekstil
Motion Grafis
Stok Gambar
Cover Buku
Grafis Novel
Infografis
Konseptual Arts
Dll
Apa itu Ide? Bagaimana Kita dapat mendapatkan ide?
Ide adalah bagaimana seseorang dapat memunculkan pemikiran-pemikiran baru untuk tujuan tertentu yang didapat dari proses mencari, menganalisa atau mendapatkan begitu saja dari suatu kejadian yang menciptakan keinginan untuk "mengolah dan membentuk" image yang berbeda dan menghasilkan sebuah pemikiran baru.
beberapa cara bagaimana mengelolah proses berfikir kreatif yang akan timbul menjadi sebuah ide.
1. Perhatikan sesuatu dengan lebih Detail.
2. Cari tahu sesuatu dari lingkungan yang baru .
3. Mencoba berpikir dengan Cara berbeda.
4. Menggabungkan 2 atau beberapa unsur
5. Minta pendapat dari Orang Lain.
6. Pengembangan dari kondisi yang sudah ada.
7. Memelintir bentuk yang ada menjadi bentuk baru
8. Searching Images di Internet
9. Selalu mencatat apa yang baru dipikirkan
Manfaat Desain Grafis
Memperkenalkan kepada masyarakat luas tentang program aplikasi desain grafis
Mempercepat proses pekerjaan dengan cara menyajikan suatu pekerjaan dalam bentuk grafis
Mempersiapkan masyarakat (generasi muda/mahasiswa/kaum terpelajar) agar dapat memahami dengan mudah pesan-pesan yang disampiakan dalam bentuk grafis.
Teknik
Grafis yang dapat menghasilkan karya grafis yang estetis dan
menarik perhatian untuk dilihat dan dinikmati, antara lain.
1. Teknik Desain Grafis
sinar satahari/sinar sahaya (sising sun)
Teknik Desain Grafis saat ini sering mempergunakan teknik ini. Pada praktiknya,
sinar terkenal karena cahaya biasanya ditemukan tersimpan di latar belakang
desain atau di garis depan.
2. Teknik Desain Grafis hitam (atau berwarna) siluet
Teknik Desain Grafis ini dibuat terkenal oleh kampanye iPod sehinggadapat
dilihat di mana-mana. Perhatikan kombinasi dari sinar matahari dan siluet hitam?
3. Teknik Desain Grafis tinta memerciki
Teknik ini dapat terlihat keren/trendi untuk merancang dan berbaur dengan baik
serta digunakan dalam moderasi.
4.Teknik grafis
swirls/berkembang/ornamen
Teknik ini cukup menarik
dan umumnya hanya bagus untuk dilihat. Berkembang & ornamen berjalan dengan
baik bersama-sama untuk menciptakan organik, desain segar yang cukup ‘dalam’
saat ini.
5. Teknik grafi garis
mengalir
Teknik ini menampilkan garis-garis yang mengalir pada umumnya sehingga
menambahkan gerak dan keluwesan untuk desain yang memberikan emosi tertentu
ketika dikombinasikan dengan unsur lain (mis. lingkaran yang funky seperti yang
terlihat di atas).
6. Teknik grafis lingkaran yang funky
Teknik ini dikenal dengan combo lingkaran dengan warna yang funky terlihat
jelas dalam berbagai desain di web dan seperti namanya itu tidak memberikan
desain tampilan yang cukup funky, tetapi dapat digunakan di mana-mana!
7. Teknik grafis asap textures
Teknik ini memperlihatkan efek-efek berasap yang tidak tampak jelas seperti
yang lainnya karena selalu tampak di latar belakang desain, tetai jika dilihat
lebih dekat, efek berasap tampak di mana-mana.
Desain sebagai pemecahan masalah
Bagian penting dari proses desain berkaitan
dengan mengatasi kreatif, praktis atau ekonomi hambatan. Hal ini mungkin
terdengar sederhana, tetapi sering, masalahnya itu adalah sulit bagi kita namun
ada suatu perasaan bahwa sesuatu yang kita kerjakan akan tidak beres dengan
desain. Pemecahan masalah melibatkan bekerja melalui berbagai elemen desain dan
tidak hanya membuat asumsi seperti apa masalahnya.
Makro dan mikro masalah
Masalah makro adalah mereka yang
mempengaruhi gambaran besar, seperti strategi produk secara keseluruhan. Di
sisi lain, Masalah mikro lebih kecil dalam skala dan mempengaruhi spesifik
elemen dalam strategi. Masalah yang berbeda membutuhkan solusi yang berbeda
dengan berbagai keterampilan set diperlukan. Bagaimana untuk menghasilkan
sebuah buku yang rumit tampilan nya dalam batas tertentu atau jumlah halaman
tertentu merupakan latihan yang berbeda dari menciptakan sebuah karya
baru, meskipun keduanya dilakukan oleh desain disiplin. Desain merupakan salah
satu unsur makro gambar dan merupakan fungsi yang duduk di samping produk
pengembangan, periklanan, pemasaran, hubungan masyarakat, produksi dan
distribusi. Beberapa klien mungkin berpikir desain yang dapat memecahkan setiap
masalah, namun pada akhirnya, desain tidak bisa memperbaiki apa yang pada
dasarnya bukan merupakan masalah desain.
Proses
Desain Grafis
Secara umum proses desain grafis dapat
dijelaskan sebagai berikut :
1. Konsep Adalah hasil
berupa pemikiran yang menentukan tujuan – tujuan, kelayakan dan segment/
audience yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak non-grafis. Antara lain
: Ekonomi, Politik, Hukum, Budaya dll. yang ingin menerjemahkan ke dalam bentuk
visual. Oleh karena itu desain grafis menjadi desain komunikasi visual karena
dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.
2. Media Untuk mencapai
kriteria ke sasaran / segment yang dituju, diperlukan studi kelayakan media
yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media berupa cetak,
elektronik, luar ruang.
3. Ide / Gagasan Untuk
mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur, wawasan yang luas,
diskusi, wawancara, dll agar design bisa efektif diterima audience dan
membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide,
diperlukan suatu ke’gila’an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin,
bahkan membenturkan / membuat suatu hal yang konflik / paradoks.
4. Persiapan Data Data
berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilih dan seleksi. Apakah
data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa
ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data
Informatif atau data Estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan
judul. Data Estetis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau
bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data 4 harus dalam formal digital /
file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke
digital seperti scanner, Camera Digital akan sangat membantu. Tugas Desaier
adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan
yang utuh. Tujuan desain grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara
visual, oleh karena itu jangan sampai estetika mengorbankan pesan / informasi.
5. Visualisasi Faktor yang membuat desain
menadi menarik secara visual, antara lain : A. Pemilihan Warna Setelah data
kita sortir dengan skala prioritas, kini Anda dapat menentukan warna yang cocok
untuk karya Anda. Pemilihan warna dapat ditentukan dari konsep analisa dan
strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah Anda
dapatkan dari proses analisa dan strategi, tentu pekerjaan Anda akan lebih
mudah dan terarah. Tetapi bagaimana jika Anda sama sekali tidak mempunyai
kriteria atau batasan tentang warna? Berikut adalah beberapa tips dari
pemilihan warna :
1. Segment usia berapa karya Anda akan ditampilkan? Bila usia
ABG, pemakaian warna cerah akan cocok. Jika usia lanjut Anda hanya bisa
menggunakan warna hitam putih saja atau grayscale.
2. Terlebih dahulu tentukan
warna background, apakah berwarna gelap, terang atau sedang, setelah itu Anda dapat
tentukan warna yang cocok dengan warna background.
3. Ambil warna dari warna
data yang paling dominan. Jika data gambar yang lebih banyak berwarna alam
(hijau dan coklat), Anda dapat mengambil dari unsur warna tersebut. B. Layout
Layout adalah usaha untuk menyusun, menata unsur – unsur grafis (teks dan
gambar) menjadi media komunikasi yang efektif. Jika data / unsur grafis dan
warna yang akan dipakai telah dipastikan sebelumnya, maka selanjutnya kita
dapat melakukan proses tata letak / layout. Namun pekerjaan layout ini
memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti : Proporsi, Keseimbangan,
Irama, Kesatuan, Fokus dan Kontras. Kadang – kadang kita sulit untuk memenuhi
semua kaidah tersebut ke dalam desain. Lebih mudah jika kita fokus pada salah satu
kaidah tersebut dan kompromi dengan kaidah lainnya. C. Finishing Informasi dan
data estetis telah tersusun rapi, namun tetap masih kurang “wah” atau kurang
megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya yang sesuai dengan rencana,
bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanaman, teralis atau
pagar, maka bangunan terasa belum selesai / belum difinishing. Bagitu pula
Desain Grafis, agar tampilan lebih megah dan mewah perlu penambahan detail
berupa textur, efek, cahaya dan bentuk – bentuk harmonis. Dalam hal efek,
software ang baik digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe After Effectc
bahkan3DStudioMax.
6. Produksi Setelah
desain selesai, maka sebaiknya desain terlebih dahulu di proofing (Print
Preview Sebelum Cetak Mesin). Jika warna dan komponen grafis lain tidak ada
kesalahan, maka desain Anda siap diperbanyak.
Desain grafis atau Graphic
Design. Kata grafis menurut etimologi adalah berasal dari kata
graphic (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin graphē (yang diadopsi
kata Yunani graphos), yang berarti menulis, menggores atau menggambar diatas
batu.
Desain sendiri merupakan
proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan
menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan
manusia atau Desain grafis juga biasa diartikan suatu konsep pemecahan masalah
rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam
gambar dan bentuk.
Dalam desain grafis
masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk,
simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan
tentang bahan dan biaya.
Biasanya Desain grafis
biasanya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur
tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam
media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau
desain multimedia.
Tujuan desain grafis selain
menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, namun juga yang
informatif dan komunikatif dengan masyarakat yang dilengkapi pula dengan
pemahaman mengenai psikologi massa dan teori-teori pemasaran, sehingga
karya-karya desain grafis ini bisa merupakan alat promosi yang ampuh.
Dari sinilah Desain grafis
juga seperti jenis desain lainnya merujuk kepada proses pembuatan, metode
merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang
digunakan (desain).
B.Elemen
Dasar dalam Desain Grafis
elemen dasar dalam desain grafis, yaitu:
1.Line
2.Color
3.Shape
4.Space
5.Texture
6.Typography
7.Scale
& Size
8.Dominance
& Emphasis & Contrast
9.Balance
10.Unity & Harmony
Line
elemen
desain pertama dan paling dasar adalah garis.
Dalam menggambar, garis adalah guratan pena atau pensil, tetapi dalam
desain grafis, garis adalah dua titik yang terhubung.
Garis berguna untuk membagi ruang dan menarik mata ke lokasi tertentu.
Misalnya, pikirkan tentang bagaimana majalah menggunakan garis untuk memisahkan
konten, judul, dan panel samping.
elemen dasar dalam desain grafis – color
Color
Warna adalah salah satu elemen desain yang paling jelas, baik untuk
pengguna maupun desainer.
Dapat berdiri sendiri, sebagai latar belakang, atau diterapkan pada
elemen lain, seperti garis, bentuk, tekstur, atau tipografi.
Warna menciptakan suasana hati dalam karya dan menceritakan kisah
tentang merek. Setiap warna menunjukkan sesuatu yang berbeda, dan kombinasi
dapat mengubah kesan itu lebih jauh.
elemen dasar dalam desain grafis – shape
Shape
Bentuk, geometris atau organik, menambah minat.
Bentuk ditentukan oleh batas, seperti garis atau warna, dan sering
digunakan untuk menekankan sebagian halaman.
Semuanya pada akhirnya adalah sebuah bentuk, jadi Anda harus selalu
memikirkan bagaimana berbagai elemen desain Anda menciptakan bentuk, dan
bagaimana bentuk tersebut berinteraksi.
elemen
dasar dalam desain grafis – space
Space
Ruang negatif adalah salah satu aspek desain halaman yang paling sering
kurang dimanfaatkan dan disalahpahami.
Bagian situs yang dibiarkan kosong, baik itu putih atau warna lain,
membantu membuat gambar secara keseluruhan.
Gunakan ruang negatif untuk membuat bentuk seperti yang Anda lakukan
pada elemen lainnya.
elemen
dasar dalam desain grafis – texture
Texture
Situs web dan desain grafis memang mengandalkan tampilan dan kesan
tekstur pada layar.
Tekstur dapat menciptakan tampilan yang lebih tiga dimensi pada
permukaan dua dimensi ini. Ini juga membantu membangun dunia yang imersif
.
elemen
dasar dalam desain grafis – typography
Typography
Seperti warna, tekstur, dan bentuk, font yang Anda gunakan memberi tahu
pembaca bahwa Anda adalah majalah berita online yang serius, blog makanan yang
menyenangkan, atau toko kaleng teh kuno.
Kata-kata itu penting, tetapi gaya kata-katanya juga sama pentingnya.
elemen dasar dalam desain grafis – scale &
size
Scale & Size
Skala dan ukuran objek menambah minat dan penekanan.
Seberapa membosankan situs web yang simetris dengan semua bahan
berukuran sama? Sangat. Tetapi jumlah variasi akan sangat bergantung pada
konten di dalamnya.
elemen dasar dalam desain grafis – dominance
& emphasis & contrast
Dominance
& Emphasis & Contrast
Meskipun Anda dapat berbicara tentang menekankan satu hal atau lainnya,
elemen penekanan lebih berkaitan dengan objek, warna, atau gaya yang
mendominasi hal lain untuk meningkatkan rasa kontras.
Kontras menarik, dan ini menciptakan titik fokus.
elemen dasar dalam desain grafis – balance
Balance
Ada dua aliran keseimbangan: simetris dan asimetris.
Desain simetris dapat memberi kesan teratur. Sedangkan asimetri dapat
membuat kesan yang menarik dan kreatif.
elemen
dasar dalam desain grafis – unity & harmony
Unity & Harmony
Harmoni adalah “Tujuan utama desain grafis,” menurut Alex White, penulis
“The Elements of Graphic Design.”
Harmoni adalah satu kesatuan dari semua unsur yang diciptakan dalam
sebuah desain.
Desain yang baik tidak pernah terlalu berlebihan. Tetapi pastikan semua
detail sesuai satu sama lain..
C. Prinsip
Desain Grafis
Prinsip
desain terdiri atas lima yaitu keseimbangan (balance), kesatuan (unity), ritme
(rhytm), penekanan (emphasis), dan proporsi.
1.
Keseimbangan (balance)
Sesuai
namanya keseimbangan di sini berarti keseluruhan komponen-komponen desain harus
tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan
antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat
sebelah. Ada dua pangkal pokok yang dipakai dalam menerapkan keseimbangan, yaitu
keseimbangan simetris dan asimetris. Di mana simetris berdasarkan pengukuran
dari pusat yang menyebar ke arah sisi dan kanan. Sedangkan asimetris berarti
pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap halaman,
2.
Kesatuan (unity)
Kesatuan
dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau
keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan
dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang
kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat. Karena penting
adanya menyuguhkan klien sebuah desain yang mengandung arti yang kuat sesuai
dengan tema yang diminta.
3.
Ritme (rhythm)
Ritme
adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti
pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Irama dihasilkan
oleh unsur-unsur yang berbeda dengan pola yang berirama dan unsur serupa serta
konsistensi. Jenis irama meliputi regular, mengalir(flowing), dan prosesif atau
gradual.
4.
Penekanan (emphasis)
Dalam
setiap bentuk desain ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain.
Tujuan utama dari penekanan ini adalah untuk mewujudkan hal itu sehingga dapat
mengarahkan pandangan khalayak sehingga apa yang mau disampaikan tersalur. Tapi
yang perlu diingat adalah tidak semua elemen harus ditonjolkan karena bila itu
terjadi, desain akan berakhir terlalu ramai dan pensan tidak dapat disampaikan.
5.
Proporsi
Proporsi
merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian
dengan elemen keseluruhan. Dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size
tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan
perubahan proporsi sering terlihat distorsi.
Contoh
Desain Poster Typography
D.Kategori
Desain Grafis
Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi
beberapa kategori:
1. Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah,
poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang
sejenis.
2. Web
Desain: desain untuk halaman web.
3. Film
termasuk CD, DVD, CD multimedia untukpromosi.
4. Identifikasi
(Logo), EGD (Environmental Graphic Design) :merupakan desain profesional
yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan
arsitek taman.
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.
Setelah mengetahui apa saja
hasil karya desain grafis dan begitu pula arti desain grafis, saatnya kita akan
memahas apa saja yang harus dikuasai pertama kali oleh seorang desainer grafis.
a) Nirmana
Nirmana adalah ilmu yang
mempelajari tentang elemen-elemen desain grafis beserta prinsip-prinsip desain
grafis. Didalamnya kita akan mempelajari tentang garis, bentuk, ruang, tekstur,
warna dan lain sebagainya.
b) Typografi
Tipografi merupakan suatu
ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada
ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat
menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin.
Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan
pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf
sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.
c) Pewarnaan
Pewarnaan penting bagi
pencitraan hasil karya desin grafis, karena dengan warna seseorangan akan
memahami estetika dari gambar yang kita buat. Warna masuk dalam ilmu nirmana
tetapi sebegitu pentingnya sehingga pewarnaan saya buat point tersendiri.
d) Software
Software adalah pendukung
dari apa yang bisa Anda hasilkan, dilihat dari bidangnya software desain
terbagi menjadi dua sofware pengolah grafis 2 dimensi dan pengolah grafis tiga
dimensi. Menurut medianya terbagi menjadi tiga, yaitu media cetak, digital dan
multimedia.
e) Scetch
Lebih mudah dinamai dengan
menggambar dengan tangan. Kemampuan menggambar tidak begitu mempengaruhi hasil
karya Anda dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar
manual akan sangat terasa dan efeknya adalah memudahkan Anda dalam mengolah
karya desain menggunakan software.
f) Kemampuan
umum
Kemampuan umum ini adalah
kemampuan tambahan yang membantu dalam proses membuat sebuah karya grafis.
Kemampuan umum dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang website (
website grafis seperti flickr, deviantart dsb, website ecommerce untuk menjual
karya desain dsb ).
Pilar keilmuan yang wajib dimiliki oleh
seorang desainer grafis.
1. Wawasan
Teknologi.
2. Wawasan
Sains.
3. Wawasan
Seni.
4. Wawasan
Sosial dan Budaya.
5. Wawasan
Filsafat dan Etika
E.Program
Pengolah Grafik/Grafis
Oleh karena desain grafis
dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda,
bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.
1. Aplikasi
Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering
digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain
yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang
diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam
kelompok ini adalah:
a. Adobe
FrameMaker
b. Adobe
In Design
c. Adobe
PageMaker
d. Corel
Ventura
e. Microsoft
Publisher
f. Quark
Xpress
2. Aplikasi
Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam
kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis
sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang
dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun
lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a. Adobe
Illustrator
b. Beneba
Canvas
c. CorelDraw
d. Macromedia
Freehand
e. Metacreations
Expression
f. Micrografx
Designer
3. Aplikasi
Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam
kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo
retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap
sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna
tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan
pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang
termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi
dianggap sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah
vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara
otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik. Yang termasuk dalam
aplikasi ini adalah: