Jumat, 30 April 2021

Teknik Desain Grafis

Teknik Grafis yang dapat menghasilkan karya grafis yang estetis dan menarik perhatian untuk dilihat dan dinikmati, antara lain.

1. Teknik Desain Grafis sinar satahari/sinar sahaya (sising sun)
Teknik Desain Grafis saat ini sering mempergunakan teknik ini. Pada praktiknya, sinar terkenal karena cahaya biasanya ditemukan tersimpan di latar belakang desain atau di garis depan.
2. Teknik Desain Grafis hitam (atau berwarna) siluet
Teknik Desain Grafis ini dibuat terkenal oleh kampanye iPod sehinggadapat dilihat di mana-mana. Perhatikan kombinasi dari sinar matahari dan siluet hitam?
3. Teknik Desain Grafis tinta memerciki
Teknik ini dapat terlihat keren/trendi untuk merancang dan berbaur dengan baik serta digunakan dalam moderasi.

4.Teknik grafis swirls/berkembang/ornamen

Teknik ini cukup menarik dan umumnya hanya bagus untuk dilihat. Berkembang & ornamen berjalan dengan baik bersama-sama untuk menciptakan organik, desain segar yang cukup ‘dalam’ saat ini.

5. Teknik grafi garis mengalir
Teknik ini menampilkan garis-garis yang mengalir pada umumnya sehingga menambahkan gerak dan keluwesan untuk desain yang memberikan emosi tertentu ketika dikombinasikan dengan unsur lain (mis. lingkaran yang funky seperti yang terlihat di atas).
6. Teknik grafis lingkaran yang funky
Teknik ini dikenal dengan combo lingkaran dengan warna yang funky terlihat jelas dalam berbagai desain di web dan seperti namanya itu tidak memberikan desain tampilan yang cukup funky, tetapi dapat digunakan di mana-mana!
7. Teknik grafis asap textures
Teknik ini memperlihatkan efek-efek berasap yang tidak tampak jelas seperti yang lainnya karena selalu tampak di latar belakang desain, tetai jika dilihat lebih dekat, efek berasap tampak di mana-mana.

 

Desain sebagai pemecahan masalah

Bagian penting dari proses desain berkaitan dengan mengatasi kreatif, praktis atau ekonomi hambatan. Hal ini mungkin terdengar sederhana, tetapi sering, masalahnya itu adalah sulit bagi kita namun ada suatu perasaan bahwa sesuatu yang kita kerjakan akan tidak beres dengan desain. Pemecahan masalah melibatkan bekerja melalui berbagai elemen desain dan tidak hanya membuat asumsi seperti apa masalahnya.

Makro dan mikro masalah

Masalah makro adalah mereka yang mempengaruhi gambaran besar, seperti strategi produk secara keseluruhan. Di sisi lain, Masalah mikro lebih kecil dalam skala dan mempengaruhi spesifik elemen dalam strategi. Masalah yang berbeda membutuhkan solusi yang berbeda dengan berbagai keterampilan set diperlukan. Bagaimana untuk menghasilkan sebuah buku yang rumit tampilan nya dalam batas tertentu atau jumlah halaman tertentu merupakan  latihan yang berbeda dari menciptakan sebuah karya baru, meskipun keduanya dilakukan oleh desain disiplin. Desain merupakan salah satu unsur makro gambar dan merupakan fungsi yang duduk di samping produk pengembangan, periklanan, pemasaran, hubungan masyarakat, produksi dan distribusi. Beberapa klien mungkin berpikir desain yang dapat memecahkan setiap masalah, namun pada akhirnya, desain tidak bisa memperbaiki apa yang pada dasarnya bukan merupakan masalah desain.

 

Proses Desain Grafis

 Secara umum proses desain grafis dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Konsep Adalah hasil berupa pemikiran yang menentukan tujuan – tujuan, kelayakan dan segment/ audience yang dituju. Konsep bisa didapatkan dari pihak non-grafis. Antara lain : Ekonomi, Politik, Hukum, Budaya dll. yang ingin menerjemahkan ke dalam bentuk visual. Oleh karena itu desain grafis menjadi desain komunikasi visual karena dapat bekerja untuk membantu pihak yang membutuhkan solusi secara visual.

2. Media Untuk mencapai kriteria ke sasaran / segment yang dituju, diperlukan studi kelayakan media yang cocok dan efektif untuk mencapai tujuannya. Media berupa cetak, elektronik, luar ruang.

3. Ide / Gagasan Untuk mencari ide yang kreatif diperlukan studi banding, literatur, wawasan yang luas, diskusi, wawancara, dll agar design bisa efektif diterima audience dan membangkitkan kesan tertentu yang sulit dilupakan. Kadang untuk mendapat ide, diperlukan suatu ke’gila’an, membuat hal yang tidak mungkin menjadi mungkin, bahkan membenturkan / membuat suatu hal yang konflik / paradoks.

4. Persiapan Data Data berupa teks atau gambar terlebih dahulu harus kita pilih dan seleksi. Apakah data itu sangat penting sehingga harus tampil atau kurang penting sehingga bisa ditampilkan lebih kecil, samar atau dibuang sama sekali. Data bisa berupa data Informatif atau data Estetis. Data informatif bisa berupa foto atau teks dan judul. Data Estetis bisa berupa bingkai, background, efek grafis garis atau bidang. Untuk desain menggunakan komputer, data 4 harus dalam formal digital / file, oleh karena itu peralatan yang diperlukan untuk merubah data analog ke digital seperti scanner, Camera Digital akan sangat membantu. Tugas Desaier adalah menggabungkan data informatif dan data estetis menjadi satu kesatuan yang utuh. Tujuan desain grafis adalah untuk mengkomunikasikan karya secara visual, oleh karena itu jangan sampai estetika mengorbankan pesan / informasi.

 5. Visualisasi Faktor yang membuat desain menadi menarik secara visual, antara lain : A. Pemilihan Warna Setelah data kita sortir dengan skala prioritas, kini Anda dapat menentukan warna yang cocok untuk karya Anda. Pemilihan warna dapat ditentukan dari konsep analisa dan strategi yang telah ditentukan sebelumnya. Jika konsep warna sudah Anda dapatkan dari proses analisa dan strategi, tentu pekerjaan Anda akan lebih mudah dan terarah. Tetapi bagaimana jika Anda sama sekali tidak mempunyai kriteria atau batasan tentang warna? Berikut adalah beberapa tips dari pemilihan warna :

 

1. Segment usia berapa karya Anda akan ditampilkan? Bila usia ABG, pemakaian warna cerah akan cocok. Jika usia lanjut Anda hanya bisa menggunakan warna hitam putih saja atau grayscale.

 

2. Terlebih dahulu tentukan warna background, apakah berwarna gelap, terang atau sedang, setelah itu Anda dapat tentukan warna yang cocok dengan warna background.

 

3. Ambil warna dari warna data yang paling dominan. Jika data gambar yang lebih banyak berwarna alam (hijau dan coklat), Anda dapat mengambil dari unsur warna tersebut. B. Layout Layout adalah usaha untuk menyusun, menata unsur – unsur grafis (teks dan gambar) menjadi media komunikasi yang efektif. Jika data / unsur grafis dan warna yang akan dipakai telah dipastikan sebelumnya, maka selanjutnya kita dapat melakukan proses tata letak / layout. Namun pekerjaan layout ini memerlukan kaidah-kaidah yang perlu diketahui seperti : Proporsi, Keseimbangan, Irama, Kesatuan, Fokus dan Kontras. Kadang – kadang kita sulit untuk memenuhi semua kaidah tersebut ke dalam desain. Lebih mudah jika kita fokus pada salah satu kaidah tersebut dan kompromi dengan kaidah lainnya. C. Finishing Informasi dan data estetis telah tersusun rapi, namun tetap masih kurang “wah” atau kurang megah. Sama seperti bangunan, meskipun denahnya yang sesuai dengan rencana, bentuknya unik tapi jika tidak ada keramik, batu alam, tanaman, teralis atau pagar, maka bangunan terasa belum selesai / belum difinishing. Bagitu pula Desain Grafis, agar tampilan lebih megah dan mewah perlu penambahan detail berupa textur, efek, cahaya dan bentuk – bentuk harmonis. Dalam hal efek, software ang baik digunakan adalah Adobe Photoshop dan Adobe After Effectc bahkan3DStudioMax.

6. Produksi Setelah desain selesai, maka sebaiknya desain terlebih dahulu di proofing (Print Preview Sebelum Cetak Mesin). Jika warna dan komponen grafis lain tidak ada kesalahan, maka desain Anda siap diperbanyak.

Daftar Pustaka: 

https://kelasdesain.com/teknik-desain-grafis/

http://indraduts.blogspot.com/2012/11/desain-sebagai-pemecahan-masalah_1190.html

file:///C:/Users/user/Downloads/4.%20Proses&Teknik%20MendesainModelGrafik%20(7).pdf 

Desain Pemodelan Grafik

 

A.      Pengertian Desain Grafis

Desain grafis atau Graphic Design. Kata grafis menurut etimologi adalah berasal dari kata graphic (bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin graphÄ“ (yang diadopsi kata Yunani graphos), yang berarti menulis, menggores atau menggambar diatas batu.

Desain sendiri merupakan proses pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia atau Desain grafis juga biasa diartikan suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna, bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk.

Dalam desain grafis masalahnya mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang bahan dan biaya.

Biasanya Desain grafis biasanya diterapkan untuk media-media statis, seperti buku, majalah, dan brosur tetapi sejalan dengan perkembangan zaman, desain grafis juga diterapkan dalam media elektronik, yang sering kali disebut sebagai desain interaktif atau desain multimedia.

Tujuan desain grafis selain menciptakan desain atau perencanaan fungsional estetis, namun juga yang informatif dan komunikatif dengan masyarakat yang dilengkapi pula dengan pemahaman mengenai psikologi massa dan teori-teori pemasaran, sehingga karya-karya desain grafis ini bisa merupakan alat promosi yang ampuh.

Dari sinilah Desain grafis juga seperti jenis desain lainnya merujuk kepada proses pembuatan, metode merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (desain).

  B.Elemen Dasar dalam Desain Grafis

elemen dasar dalam desain grafis, yaitu:

1.     Line

2.     Color

3.     Shape

4.     Space

5.     Texture

6.     Typography

7.     Scale & Size

8.     Dominance & Emphasis & Contrast

9.     Balance

10.                        Unity & Harmony

 

Line



                            elemen desain pertama dan paling dasar adalah garis.

Dalam menggambar, garis adalah guratan pena atau pensil, tetapi dalam desain grafis, garis adalah dua titik yang terhubung.

Garis berguna untuk membagi ruang dan menarik mata ke lokasi tertentu. Misalnya, pikirkan tentang bagaimana majalah menggunakan garis untuk memisahkan konten, judul, dan panel samping.

                                    elemen dasar dalam desain grafis – color

Color

Warna adalah salah satu elemen desain yang paling jelas, baik untuk pengguna maupun desainer.

Dapat berdiri sendiri, sebagai latar belakang, atau diterapkan pada elemen lain, seperti garis, bentuk, tekstur, atau tipografi.

Warna menciptakan suasana hati dalam karya dan menceritakan kisah tentang merek. Setiap warna menunjukkan sesuatu yang berbeda, dan kombinasi dapat mengubah kesan itu lebih jauh.


 


                                       elemen dasar dalam desain grafis – shape

Shape

Bentuk, geometris atau organik, menambah minat.

Bentuk ditentukan oleh batas, seperti garis atau warna, dan sering digunakan untuk menekankan sebagian halaman.

Semuanya pada akhirnya adalah sebuah bentuk, jadi Anda harus selalu memikirkan bagaimana berbagai elemen desain Anda menciptakan bentuk, dan bagaimana bentuk tersebut berinteraksi.


 


elemen dasar dalam desain grafis – space

Space

Ruang negatif adalah salah satu aspek desain halaman yang paling sering kurang dimanfaatkan dan disalahpahami.

Bagian situs yang dibiarkan kosong, baik itu putih atau warna lain, membantu membuat gambar secara keseluruhan.

Gunakan ruang negatif untuk membuat bentuk seperti yang Anda lakukan pada elemen lainnya.

 



elemen dasar dalam desain grafis – texture

Texture

Situs web dan desain grafis memang mengandalkan tampilan dan kesan tekstur pada layar.

Tekstur dapat menciptakan tampilan yang lebih tiga dimensi pada permukaan dua dimensi ini. Ini juga membantu membangun dunia yang imersif

 

.


elemen dasar dalam desain grafis – typography

Typography

Seperti warna, tekstur, dan bentuk, font yang Anda gunakan memberi tahu pembaca bahwa Anda adalah majalah berita online yang serius, blog makanan yang menyenangkan, atau toko kaleng teh kuno.

Kata-kata itu penting, tetapi gaya kata-katanya juga sama pentingnya.



                                   elemen dasar dalam desain grafis – scale & size

Scale & Size

Skala dan ukuran objek menambah minat dan penekanan.

Seberapa membosankan situs web yang simetris dengan semua bahan berukuran sama? Sangat. Tetapi jumlah variasi akan sangat bergantung pada konten di dalamnya.



 

elemen dasar dalam desain grafis – dominance & emphasis & contrast

Dominance & Emphasis & Contrast

Meskipun Anda dapat berbicara tentang menekankan satu hal atau lainnya, elemen penekanan lebih berkaitan dengan objek, warna, atau gaya yang mendominasi hal lain untuk meningkatkan rasa kontras.

Kontras menarik, dan ini menciptakan titik fokus.



elemen dasar dalam desain grafis – balance

Balance

Ada dua aliran keseimbangan: simetris dan asimetris.

Desain simetris dapat memberi kesan teratur. Sedangkan asimetri dapat membuat kesan yang menarik dan kreatif.




elemen dasar dalam desain grafis – unity & harmony

Unity & Harmony

Harmoni adalah “Tujuan utama desain grafis,” menurut Alex White, penulis “The Elements of Graphic Design.”

Harmoni adalah satu kesatuan dari semua unsur yang diciptakan dalam sebuah desain.

Desain yang baik tidak pernah terlalu berlebihan. Tetapi pastikan semua detail sesuai satu sama lain..

 

C.  Prinsip Desain Grafis  

Prinsip desain terdiri atas lima yaitu keseimbangan (balance), kesatuan (unity), ritme (rhytm), penekanan (emphasis), dan proporsi.

1.    Keseimbangan (balance)

Sesuai namanya keseimbangan di sini berarti keseluruhan komponen-komponen desain harus tampil seimbang. Tidak berat sebelah. Desainer harus memadukan keseimbangan antara tulisan, warna, atau pun gambar sehingga tidak muncul kesan berat sebelah. Ada dua pangkal pokok yang dipakai dalam menerapkan keseimbangan, yaitu keseimbangan simetris dan asimetris. Di mana simetris berdasarkan pengukuran dari pusat yang menyebar ke arah sisi dan kanan. Sedangkan asimetris berarti pengaturan yang berbeda dengan berat benda yang sama di setiap halaman,

2.    Kesatuan (unity)

Kesatuan dalam prinsip desain grafis adalah kohesi, konsistensi, ketunggalan atau keutuhan, yang merupakan isi pokok dari komposisi. Dengan prinsip kesatuan dapat membantu semua elemen menjadi sebuah kepaduan dan menghasilkan tema yang kuat, serta mengakibatkan sebuah hubungan yang saling mengikat. Karena penting adanya menyuguhkan klien sebuah desain yang mengandung arti yang kuat sesuai dengan tema yang diminta.

3.    Ritme (rhythm)

Ritme adalah pembuatan desain dengan prinsip yang menyatukan irama. Bisa juga berarti pengulangan atau variasi dari komponen-komponen desain grafis. Irama dihasilkan oleh unsur-unsur yang berbeda dengan pola yang berirama dan unsur serupa serta konsistensi. Jenis irama meliputi regular, mengalir(flowing), dan prosesif atau gradual.

4.    Penekanan (emphasis)

Dalam setiap bentuk desain ada hal yang perlu ditonjolkan lebih dari yang lain. Tujuan utama dari penekanan ini adalah untuk mewujudkan hal itu sehingga dapat mengarahkan pandangan khalayak sehingga apa yang mau disampaikan tersalur. Tapi yang perlu diingat adalah tidak semua elemen harus ditonjolkan karena bila itu terjadi, desain akan berakhir terlalu ramai dan pensan tidak dapat disampaikan.

5.    Proporsi

Proporsi merupakan hubungan perbandingan antara bagian dengan bagian lain atau bagian dengan elemen keseluruhan. Dapat diartikan pula sebagai perubuhan ukuran/size tanpa perubahan ukuran panjang, lebar, atau tinggi, sehingga gambar dengan perubahan proporsi sering terlihat distorsi.

 

 



                                        Contoh Desain Poster Typography

D.Kategori Desain Grafis

Secara garis besar, desain grafis dibedakan menjadi beberapa kategori:

1.      Printing (Percetakan) yang memuat desain buku, majalah, poster, booklet, leaflet, flyer, pamflet, periklanan, dan publikasi lain yang sejenis.

2.      Web Desain: desain untuk halaman web.

3.      Film termasuk CD, DVD, CD multimedia untukpromosi.

4.      Identifikasi (Logo), EGD (Environmental Graphic Design) :merupakan desain profesional yang mencakup desain grafis, desain arsitek, desain industri, dan arsitek taman.

5.      Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Setelah mengetahui apa saja hasil karya desain grafis dan begitu pula arti desain grafis, saatnya kita akan memahas apa saja yang harus dikuasai pertama kali oleh seorang desainer grafis.

a)        Nirmana

Nirmana adalah ilmu yang mempelajari tentang elemen-elemen desain grafis beserta prinsip-prinsip desain grafis. Didalamnya kita akan mempelajari tentang garis, bentuk, ruang, tekstur, warna dan lain sebagainya.

b)        Typografi

Tipografi merupakan suatu ilmu dalam memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang-ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, sehingga dapat menolong pembaca untuk mendapatkan kenyamanan membaca semaksimal mungkin. Dikenal pula seni tipografi, yaitu karya atau desain yang menggunakan pengaturan huruf sebagai elemen utama. Dalam seni tipografi, pengertian huruf sebagai lambang bunyi bisa diabaikan.

c)        Pewarnaan

Pewarnaan penting bagi pencitraan hasil karya desin grafis, karena dengan warna seseorangan akan memahami estetika dari gambar yang kita buat. Warna masuk dalam ilmu nirmana tetapi sebegitu pentingnya sehingga pewarnaan saya buat point tersendiri.

d)       Software

Software adalah pendukung dari apa yang bisa Anda hasilkan, dilihat dari bidangnya software desain terbagi menjadi dua sofware pengolah grafis 2 dimensi dan pengolah grafis tiga dimensi. Menurut medianya terbagi menjadi tiga, yaitu media cetak, digital dan multimedia.

e)        Scetch

Lebih mudah dinamai dengan menggambar dengan tangan. Kemampuan menggambar tidak begitu mempengaruhi hasil karya Anda dalam bidang desain grafis, namun orisinalitas dalam menggambar manual akan sangat terasa dan efeknya adalah memudahkan Anda dalam mengolah karya desain menggunakan software.

f)         Kemampuan umum

Kemampuan umum ini adalah kemampuan tambahan yang membantu dalam proses membuat sebuah karya grafis. Kemampuan umum dalam bidang grafis seperti pengetahuan tentang website ( website grafis seperti flickr, deviantart dsb, website ecommerce untuk menjual karya desain dsb ).

 

 

Pilar keilmuan yang wajib dimiliki oleh seorang desainer grafis.

1.     Wawasan Teknologi.

2.     Wawasan Sains.

3.     Wawasan Seni.

4.     Wawasan Sosial dan Budaya.

5.     Wawasan Filsafat dan Etika

 

E.    Program Pengolah Grafik/Grafis

Oleh karena desain grafis dibagi menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda, bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.

1.      Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)

Program ini sering digunakan untuk keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis. Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

a.       Adobe FrameMaker

b.      Adobe In Design

c.       Adobe PageMaker

d.      Corel Ventura

e.       Microsoft Publisher

f.       Quark Xpress

2.      Aplikasi Pengolah Vektor/Garis

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung. Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:

a.       Adobe Illustrator

b.      Beneba Canvas

c.       CorelDraw

d.      Macromedia Freehand

e.       Metacreations Expression

f.       Micrografx Designer

3.      Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar

Program yang termasuk dalam kelompok ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu, misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggap sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis, setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik. Yang termasuk dalam aplikasi ini adalah:

a.       Adobe Photoshop

b.      Corel Photo Paint

c.       Macromedia Xres

d.      Metacreations Painter

e.       Metacreations Live Picture

f.       Micrografx Picture Publisher

g.      Microsoft Photo Editor

h.      QFX

i.        Wright Image

j.        Pixelmator

k.      Manga studio

l.        Gimp

 

Daftar Pustaka : 
http://neluwati98.blogspot.com/2017/04/makalah-desain-grafis.html
https://bambangherlandi.web.id/elemen-dasar-dalam-desain-grafis/
https://idseducation.com/menyelami-prinsip-prinsip-desain/
https://www.behance.net/gallery/414235/SubTone
https://id.pinterest.com/cameronpoulter/adrian-frutiger/

Desain Pemodelan grafik

 Media Visual Dalam pemilihan media visual ada hal-hal yang harus diperhatikan , yaitu: 1. Ketepatan media visual digunakan dalam proses pem...