TUGAS
PENGANTAR TEKNOLOGI INTERNET DAN NEW MEDIA .
MATERI BAB 3
DIGITAL TELEVISION
DIGITAL TELEVISION
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TELEVISI DIGITAL DAN ANALOG.
A.
SEJARAH TV DIGITAL
Sejarah TV Digital dimulai di
Jerman pada tahun 1988. Saat itu, masyarakat terutama pars pengusaha pemancar televisi
menyadari ada kendala yang tidak dapat ditembus, untuk terus meningkatkan mutu
gambar siaran televisi jika tetap menggunakan standar analog. Ketika itulah
dicanangkan perpindahan teknologi dari analog ke digital. Akan tetapi, perpindahannya
tentu saja tidak bias dilakukan secara revolusioner, sebab masih terdapat ratusan
juta pesawat televisi analog yang pada prinsipnya tidak dapat menangkap siaran digital.
Di sisi lainnya, terdapat desakan kuat untuk segera memanfaatkan sistem pemancaran
digital, yang kualitasnya jauh lebih unggul. Karena itulah CeBBIT, suatu teknologi
informatika dan telekomunikasi terbesar di dunia menawarkan TV Digital dengan
dekodernya untuk menangkap siaran digital. Di Jerman, kompromi teknologi penyiaran
digital inilah yang akan dimanfaatkan, mengisi celah antara sistem pemancaran
digital dan penangkapan analog. Pertimbangannya, jika tidak dimulai sekarang,
dengan kompromi semacam itu maka banyak yang akan ketinggalan teknologi. Karena
itu di Jerman awalnya akan diterapkan sistem pemancaran sistem digital melalui satelit
dan system digital melalui kabel. Juga untuk menguji coba siaran digital
semacam itu, Jerman melakukannnya secara bertahap yang dimulai di daerah Berlin.
B.
KUALITAS PENYIARAN TV DIGITAL
Terdapat dua aspek yang berbeda dan memerlukan
kompromi dalam hal ini. Aspek yang pertama, teknologi TV Digital memungkinkan
pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi sangat tinggi, tetapi memerlukan
tersedianya kanal dengan laju sangat tinggi, mencapai belasan Mbps. Aspek yang
kedua, sistem TV digital juga diharapkan mampu menghasilkan penerimaan gambar
yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun
pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Perbedaan
antara TV Analog dengan TV Digital adalah sebagai berikut:
TV Digital :
Ketahanan : Tahan Noise
Penggunaan Bandwith : Lebih Hemat
Saluran Siaran : Banyak
Kerapatan gambar : Tinggi
Penggunaan Infrastruktur : Lebih efisien
TV Analog :
Ketahanan : Tidak Tahan Noise
Penggunaan Bandwith : Boros (I bandwith >
Saluran)
Saluran Siaran : Satu
Kerapatan gambar : Rendah
Penggunaan Infrastruktur : Tidak efisien
C. AWAL TRANSISI KE TV DIGITAL
Pesawat TV analog tidak akan bisa menerima
sinyal digital, sehingga diperlukan pesawat TV. digital yang barn agar TV dapat
menggunakan alat tambahan barn yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi
analog. Perangkat tambahan tersebut disebut dengan decoder atau set top box
(STB). Proses perpindahan dari teknologi analog ke teknologi digital akan
membutuhkan sejumlah penggantian perangkat baik dari sisi pemancar TV-nya ataupun
dari sisi penerima siaran. Pada saat pemerintah memulai siaran digital yang berbasis
terrestrial perlu dilakukan proses transisi migrasi dengan meminimalkan resiko
kerugian khusus yang dihadapi baik oleh operator TV (Broadcasters) maupun
masyarakat. Resiko kerugian khusus yang dimaksud adalah informasi program
ataupun perangkat tambahan yang harus dipasang. Bila perubahan diputuskan untuk
dilakukan maka perlu dilaksanakan melalui masa `Simulcast', yaitu masa dimana
sebelum masyarakat mampu membeli pesawat penerima digital dan pesawat penerima
analog yang dimilikinya harus tetap dapat dipakai menerima siaran analog dari
pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital.