Kamis, 14 November 2019

TUGAS 
PENGANTAR TEKNOLOGI INTERNET DAN NEW MEDIA .
MATERI BAB 3
DIGITAL TELEVISION
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TELEVISI DIGITAL DAN ANALOG.


A.     SEJARAH TV DIGITAL

Sejarah TV Digital dimulai di Jerman pada tahun 1988. Saat itu, masyarakat terutama pars pengusaha pemancar televisi menyadari ada kendala yang tidak dapat ditembus, untuk terus meningkatkan mutu gambar siaran televisi jika tetap menggunakan standar analog. Ketika itulah dicanangkan perpindahan teknologi dari analog ke digital. Akan tetapi, perpindahannya tentu saja tidak bias dilakukan secara revolusioner, sebab masih terdapat ratusan juta pesawat televisi analog yang pada prinsipnya tidak dapat menangkap siaran digital. Di sisi lainnya, terdapat desakan kuat untuk segera memanfaatkan sistem pemancaran digital, yang kualitasnya jauh lebih unggul. Karena itulah CeBBIT, suatu teknologi informatika dan telekomunikasi terbesar di dunia menawarkan TV Digital dengan dekodernya untuk menangkap siaran digital. Di Jerman, kompromi teknologi penyiaran digital inilah yang akan dimanfaatkan, mengisi celah antara sistem pemancaran digital dan penangkapan analog. Pertimbangannya, jika tidak dimulai sekarang, dengan kompromi semacam itu maka banyak yang akan ketinggalan teknologi. Karena itu di Jerman awalnya akan diterapkan sistem pemancaran sistem digital melalui satelit dan system digital melalui kabel. Juga untuk menguji coba siaran digital semacam itu, Jerman melakukannnya secara bertahap yang dimulai di daerah Berlin.

B.     KUALITAS PENYIARAN TV DIGITAL
Terdapat dua aspek yang berbeda dan memerlukan kompromi dalam hal ini. Aspek yang pertama, teknologi TV Digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi sangat tinggi, tetapi memerlukan tersedianya kanal dengan laju sangat tinggi, mencapai belasan Mbps. Aspek yang kedua, sistem TV digital juga diharapkan mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Perbedaan antara TV Analog dengan TV Digital adalah sebagai berikut:

TV Digital :
Ketahanan : Tahan Noise
Penggunaan Bandwith : Lebih Hemat
Saluran Siaran : Banyak
Kerapatan gambar : Tinggi
Penggunaan Infrastruktur : Lebih efisien

TV Analog :
Ketahanan : Tidak Tahan Noise
Penggunaan Bandwith : Boros (I bandwith >
Saluran)
Saluran Siaran : Satu
Kerapatan gambar : Rendah
Penggunaan Infrastruktur : Tidak efisien

C.   AWAL TRANSISI KE TV DIGITAL
Pesawat TV analog tidak akan bisa menerima sinyal digital, sehingga diperlukan pesawat TV. digital yang barn agar TV dapat menggunakan alat tambahan barn yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog. Perangkat tambahan tersebut disebut dengan decoder atau set top box (STB). Proses perpindahan dari teknologi analog ke teknologi digital akan membutuhkan sejumlah penggantian perangkat baik dari sisi pemancar TV-nya ataupun dari sisi penerima siaran. Pada saat pemerintah memulai siaran digital yang berbasis terrestrial perlu dilakukan proses transisi migrasi dengan meminimalkan resiko kerugian khusus yang dihadapi baik oleh operator TV (Broadcasters) maupun masyarakat. Resiko kerugian khusus yang dimaksud adalah informasi program ataupun perangkat tambahan yang harus dipasang. Bila perubahan diputuskan untuk dilakukan maka perlu dilaksanakan melalui masa `Simulcast', yaitu masa dimana sebelum masyarakat mampu membeli pesawat penerima digital dan pesawat penerima analog yang dimilikinya harus tetap dapat dipakai menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital.


Desain Pemodelan grafik

 Media Visual Dalam pemilihan media visual ada hal-hal yang harus diperhatikan , yaitu: 1. Ketepatan media visual digunakan dalam proses pem...